BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Bayi baru lahir yaitu
kondisi dimana bayi baru lahir (bayi baru lahir), lahir melalui jalan
lahir dengan presentasi kepala secara spontan tanpa gangguan, menangis kuat,
nafas secara spontan dan teratur,berat badan antara 2500-4000 gram.Bayi baru
lahir (BBL) adalah masa kehidupan pertama diluar rahim sampai dengan usia 28
hari,dimana terjadi perubahan yang sangat besar dari kehidupan didalam rahim menjadi
diluar rahim.Pada masa ini terjadi pematangan organ hampir pada semua system.
Bayi baru lahir (BBL)
bukanlah miniature orang dewasa,bahkan bukan pula miniature anak.Bayi baru
lahir mengalami masa perubahan dari kehidupan didalam rahim yang serba tergantung
pada ibu menjadi kehidupan diluar rahim yang serba mandiri.Masa perubahan yang
paling besar terjadi selama jam ke 24-72 pertama.Transisi ini hampir meliputi
semua system organ tapi yang terpenting bagi anastesi adalah system pernafasan
sirkulasi,ginjal dan hepar.Maka dari itu sangatlah diperlukan penataan dan
persiapan yang matang untuk melakukan suatu anastesi terhadap neonates (BBL).
1.2 Tujuan Penulisan
1.2.1. Untuk
mengetahui tentang Pengertian Bayi baru lahir
1.2.2. Untuk mengetahui tentang Pengumpulan
Data
1.2.3. Untuk
mengetahui tentang Pengkajian fisik bayi baru lahir
1.2.4. Untuk
mengetahui tentang Pemeriksaan umum
1.2.5. Untuk
mengetahui tentang Pemeriksaan Fisik Pada Bayi baru lahir
1.2.6. Untuk mengetahui tentang Rencana
Asuhan Bayi 2 – 6 Hari
1.2.7. Untuk
mengetahui tentang Penanganan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Bayi baru lahir (neonatus) adalah suatu keadaan
dimana bayi baru lahir dengan umur kehamilan 38-40 minggu,lahir melalui jalan
lahir dengan presentasi kepala secara spontan tanpa gangguan, menangis kuat,
nafas secara spontan dan teratur,berat badan antara 2500-4000 gram.
2.1.1 Ciri Bayi Baru Lahir
a.
Berat badan
2500 - 4000 gram
b.
Panjang
badan 48 - 52 cm
c.
Lingkar dada
30 - 38 cm
d.
Lingkar
kepala 33 - 35 cm
e.
Frekuensi
jantung 120 - 160 kali/menit
f.
Pernafasan ±
- 60 40 kali/menit
g.
Kulit
kemerah - merahan dan licin karena jaringan sub kutan cukup
h.
Rambut
lanugo tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna
i.
Kuku agak
panjang dan lemas
j.
Genitalia;
k.
Perempuan
labia mayora sudah menutupi labia minora
l.
Laki – laki
testis sudah turun, skrotum sudah ada
m.
Reflek hisap
dan menelan sudah terbentuk dengan baik
n.
Reflek
morrow atau gerak memeluk bila dikagetkan sudah baik
o.
Reflek graps
atau menggenggan sudah baik
p.
Eliminasi
baik, mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama, mekonium berwarna hitam
kecoklatan
2.1.2 Reflek –
Reflek Fisiologis
a.
Mata
·
Berkedip
atau reflek corneal
Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba –
tiba atau pada pandel atau obyek kearah kornea, harus menetapkan sepanjang
hidup, jika tidak ada maka menunjukkan adanya kerusakan pada saraf cranial.
·
Pupil
Pupil kontriksi bila sinar terang diarahkan padanya,
reflek ini harus sepanjang hidup.
·
Glabela
Ketukan
halus pada glabela (bagian dahi antara 2 alis mata) menyebabkan mata menutup
dengan rapat.
b. Mulut dan tenggorokan
·
Menghisap
Bayi harus memulai gerakan menghisap kuat pada area
sirkumoral sebagai respon terhadap rangsangan, reflek ini harus tetap ada
selama masa bayi, bahkan tanpa rangsangan sekalipun, seperti pada saat tidur.
·
Muntah
Stimulasi terhadap faring posterior oleh makanan, hisapan
atau masuknya selang harus menyebabkan bayi mengalami reflek muntah, reflek ini
harus menetap sepanjang hidup.
·
Rooting
Menyentuh dan menekan dagu sepanjang sisi mulut akan
menyebabkan bayi membalikkan kepala kearah sisi tersebut dan mulai menghisap,
harus hilang pada usia kira – kira 3 -4 bulan
·
Menguap
Respon spontan terhadap panurunan oksigen dengan maningkatkan
jumlah udara inspirasi, harus menetap sepanjang hidup
·
Ekstrusi
Bila lidah disentuh atau ditekan bayi merespon dengan
mendorongnya keluar harus menghilang pada usia 4 bulan
·
Batuk
Iritasi membrane mukosa laring menyebabkan batuk, reflek
ini harus terus ada sepanjang hidup, biasanya ada setelah hari pertama lahir
c. Ekstrimitas
·
Menggenggam
Sentuhan pada telapak tangan atau telapak kaki dekat
dasar kaki menyebabkan fleksi tangan dan jari
·
Babinski
Tekanan di telapak kaki bagian luar kearah atas dari tumit
dan menyilang bantalan kaki menyebabkan jari kaki hiperektensi dan haluks dorso
fleksi
·
Masa tubuh
(1). Reflek moro
Kejutan atau perubahan tiba – tiba dalam ekuilibrium yang
menyebabkan ekstensi dan abduksi ekstrimitas yang tiba –tiba serta mengisap jari
dengan jari telunjuk dan ibu jari membentuk “C” diikuti dengan fleksi dan
abduksi ekstrimitas, kaki dapat fleksi dengan lemah.
(2). Startle
Suara keras yang tiba – tiba menyebabkan abduksi lengan
dengan fleksi siku tangan tetap tergenggam
(3). Tonik leher
Jika kepala bayi dimiringkan dengan cepat ke salah sisi,
lengan dan kakinya akan berekstensi pada sisi tersebut dan lengan yang
berlawanan dan kaki fleksi.
(3). Neck – righting
Jika bayi terlentang, kepala dipalingkan ke salah satu
sisi, bahu dan batang tubuh membalik kearah tersebut dan diikuti dengan pelvis
(4) Inkurvasi batang tubuh (gallant)
Sentuhan pada punggung bayi sepanjang tulang belakang
menyebabkan panggul bergerak kea rah sisi yang terstimulasi
2.2 Pengumpulan Data
Penilaian atau evaluasi
terhadap bayi baru lahir, antara lain meliputi penilaian tahap pertumbuhan dan
perkembangan janin, kesesuaian usia kehamilan; penilaian adaptasi neonatal(skor
APGAR,refleks); penilaian fisik neonatal secara sistematik (ada/tidak kelaian
morfologi/fisiologi); pemberian identifikasi meliputi jenis kelamin, berat
badan,panjang badan; serta menentukan penanganan yang diperlukan. Klasifikasi
bayi baru lahir (bayi baru lahir), dibedakan menurut tiga kategori.
2.2.1 Pertama, klasifikasi bayi baru lahir menurut
masa gestasi:
a.
Bayi baru lahir kurang bulan (preterm infant) : kurang 259 hari
(37 minggu)
b.
Bayi baru lahir cukup bulan (term infant): lebih dari 259 sampai
294 hari (37-42 minggu)
c.
Bayi baru lahir lebih bulan (postterm infant): lebih dari 294
hari(42 minggu) atau lebih
2.2.2 Kedua, klasifikasi bayi baru lahir menurut
berat lahir:
a.
Bayi baru lahir berat lahir rendah: kurang dari 2500 gram.
b.
Bayi baru lahir berat lahir cukup : antara 2500 sampai 4000 gram
c.
Bayi baru lahir berat lahir lebih : lebih dari 4000 gram.
2.2.3 Ketiga, klasifikasi menurut berat lahir
terhadap masa
Gestasi,
dideskripsikan dengan masa gestasi dan ukuran berat lahir yang sesuai untuk
masa kehamilannnya, yaitu bayi baru lahir cukup/kurang/lebih bulan(NCB/NKB/NLB)
apakah sesuai/kecil/besar untuk masa kehamilan (BMK/KMK)
2.3 Pengkajian fisik bayi baru lahir
Pengkajian Pertama
Pada Bayi Baru LahirPengkajian ini dilakukan di kamar bersalin setelah bayi
lahir dan setelah dilakukan pembersihan jalan nafas/resusitasi, pembersihan
badan bayi, dan perawatan tali pusat. Bayi ditempatkan di atas tempat tidur
yang hangat. Maksud pemeriksaan ini adalah untuk mengenal/menemukan kelainan
yang perlu mendapatkan tindakan segera dan kelainan yang berhubungan dengan
kehamilan, persalinan, dan kelahiran, misalnya; bayi yang lahir dari ibu dengan
diabetes melitus, eklamsia berat dan lain-lain, biasanya akan mengakibatkan
kelainan bawaan pada bayi. Oleh karena itu, pemeriksaan pertama pada bayi baru
lahir ini harus segera dilakukan. Hal ini ditujukan untuk menetapkan keadaan
bayi dan untuk menetapkan apakah seorang bayi dapat dirawat gabung atau di
tempat khusus. Dengan pemeriksaan pertama ini juga bisa menentukan pemeriksaan
dan terapi selanjutnya.
Pengkajian fisik pada
bayi baru lahir, dilakukan dalam dua tahap. Pertama, pengkajian segara setelah
lahir. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji adaptasi bayi baru lahir dari
kehidupan dalam uterus kehidupan luar uterus, yaitu dengan penilaian APGAR ,
meliputi appearance (warna kulit) pulse (denyut jantung) grimace (refleks atau
respon terhadap rangsang) activity (tonus otot) and respiratory effourt (usaha
bernafas). Pengkajian sudah dimulai sejak kepala tampak dengan diameter besar
di vulva (crowning). Kedua, pengkajian keadaan fisik. Setelah pengkajian
setelah lahir, untuk memastikan bayi dalam keadaan normal atau mengalami
penyimpangan. Pengkajian yang kedua ini akan lebih lengkap apabila disertai
dengan hasil pemeriksaan diagnostik /penunjang lain dan catatan medik yang
menunjang.
2.3.1 Pengkajian fisik pada bayi baru lahir
merupakan bagian dari prosedur perawatan bayi segera setelah lahir (immediate care off the
newborn) :
a.
Mempelajari hasil anamnesis, meliputi riwayat hamil, riwayat persalinan,
riwayat keluarga
b.
Menilai skor APGAR
c.
Melakukan resusitasi bayi baru lahir
d.
Melakukan perawatan tali pusat, pemotongan jangan terlalu pendek
dan harus diawasi setiap hari
e.
Memberikan identifikasi bayi dengan member kartu bertulisan nama
ibu, diikatkan di pergelangan tangan, atau kaki
f.
Melakukan pemeriksaan fisik dan obserfasi tanda vital.
g.
Meletakkan bayi dalam kamar transisi (jika keadaan umum baik),
atau dalam incubator jika ada indikasi
h.
Menentukan tempat perawatan; rawat gabung, rawat khusus, atau rawat
intensif
i.
Melakuakn prosedur rujukan bila perlu. Jika ada penyakit yang di
turunkan dari ibu, misalnya penyakit hepatitis B aktif, langsung diberikan
vaksinasi (globulin) pada bayi.
2.3.2
Prosedur pemeriksaan atau pengkajian fisik pada bayi baru lahir,
antara lain sebagai berikut:
a.
Menginformasikan prosedur dan minta persetujuan orang tua.
b.
Mencuci tangan dan keringkan, bila perlu pakai sarung tangan.
c.
Memastikan penerangan cukup dan hangat untuk bayi.
d.
Memeriksa secara sistematis head to toe (kepala, muka, klavikula,
lengan, tangan, dada, abdomen, tungkai kaki, spinal dan genetalia).
e.
Mengidentikikasi warna dan aktifitas bayi.
f.
Mencatat miksi dan mekonium bayi
g.
Mengukur lingkar kepala (LK), lingkar dada (LD), lingkar perut
(LP), lingkar lengan atas (LLA), menimbang berat badan (BB) dan mengukur
panjang badan (BB) dan mengukur panjang badan (PB) bayi.
h.
Mendiskusikan hasil pemeriksaan kepada orang tua.
i.
Mendokumentasi hasil pemeriksaan
Tabel 3.1 nilai APGAR
|
TANDA
|
0
|
1
|
2
|
|
Appearance
(warna
kulit)
|
Blue
(seluruh
tubuh biru atau pucat)
|
Body
pink, limbs blue(tubuh kemerahan,ekstremitas biru)
|
All
pink (seluru tubuh kemerahan)
|
|
Pulse(denyut jantung)
|
Absent
(tidak ada)
|
<100
|
>100
|
|
Grimace
(refleks)
|
None
(tidak bereaksi)
|
Grimace
(sedikit gerakan)
|
Cry
(reaksi melawan,menangis)
|
|
Grimace
(
tonus otot)
|
Limp
(tidak bereaksi)
|
Some
fleksion of limbs( ekstremitas sedikit fleksi)
|
Active
movement, limbs well flexed (gerakan aktif, ekstremitas fleksi dengan baik)
|
|
Respiratory
(tonus
otot)
|
None
(tidak ada)
|
Slow,
irregular
(lambat,tidak
teratur)
|
Good, strong cry
(menangis kuat)
|
2.3.3 Sebelum melakukan pemeriksaan fisik bayi baru
lahir secara komplit, tenaga kesehatan perlu melakukan beberapa pemeriksaan
berikut ini:
a.
Pemeriksaan cairan amnion, untuk menilai kelainan cairan amnio(
volume) apakah selama kehamilan terjadi hidramnion/oligohedramnion
b.
Pemeriksaan plasenta, untuk menentukan keadaan plasenta, dan
jumlah korion. Hal ini penting untuk menentukan adanya kembar identik/tidak.
c.
Pemeriksaan tali pusat, untuk menilai adanya kelainan pada
vena/arteri,ada tali simpul?
d.
Pengukuran antropometri, minimal meliputi BB (2500-3000 gram),PB
(45-50 cm), LK (33-35), LD (30-33 cm).
2.3.4 Riwayat kesehatan bayi baru lahir yang penting
dan harus juga di kaji, antara lain:
a.
Factor genetic, meliputi kelainan/gangguan metabolic pada
keluarga dan sindroma genetik.
b.
Factor maternal (ibu), meliputi adanya penyakit jantung,
diabetes mellitus,penyakit ginjal,penyakit hati, hipertensi, penyakit kelamin,
riwayat penganiayaan, riwayat abortus, RH/isoimunisasi
c.
Factor antenatal, meliputi pernah ANC/tidak, ada riwayat
pendarahan, preeklamsia, infeksi, perkembangan janin terlalu besar
/terganggu,diabetes gestasional,poli/oligohidramnion
d.
Factor prenatal, meliputi premature/ postmatur, partus lama,
penggunaan obat selama persalinan, gawat janin, suhu ibu meningkat,posisi janin
tidak normal, air ketuban bercampur mekonium, amnionitis, ketuban peca dini
(KPD), pendarahan dalam persalinan, prolapsus tapi pusat, ibu hipotensi,
asidosis janin, jenis persalinan
2.3.5 Dalam waktu 24 jam, apabila bayi tidak
mengalami masalah apapun, segaralah melakukan pemeriksaan fisik yang lebih
lengkap. Pada saat melakukan pemeriksaan fisik yang lebih lengkap. Pada saat
melakukan pemeriksaan fisik bayi baru lahir, pemeriksa hendaknya memperhatikan
beberapa hal yang penting berikut ini:
a. Periksa bayi dibawah
pemancar panas dengan penerangan yang cukup, kecuali ada tanda-tanda jelas
bahwa bayi sudah kepanasan.
b. Untuk kasus bayi baru
lahir rujukan, minta orang tua/keluarga bayi hadir selama pemeriksaan dan
sambil berbicara dengan keluarga bayi serta sebelum melepaskan pakaian bayi,
perhatikan warna kulit, frekuensi nafas, postur tubuh, gerakan, reaksi terhadap
rangsangan dan abnormalitas yang nyata.
c. Gunakan tempat yang
hangat dan bersih untuk pemeriksaan.
d. Cuci tangan sebelum
dan sesudah pemeriksaan, gunakan sarung tangan
e. Bersikap lembut pada
waktu memeriksa
f. Lihat, dengar dan
rasakan tiap-tiap daerah pemeriksaan head to toe secara sistematis.
g. Jika ditemukan factor
resiko atau masalah, carilah bantuan lebioh lanjut yang memang diperlukan.
h. Catat setiap hasil
pengamatan
2.4
Pemeriksaan umum
2.4.1
Pernafasan
Pernafasan bayi baru
lahir normal 30-60 kali permenit, tanpa retraksi dada dan tanpa suara merintih
pada fase ekspirasi. Pada bayi kecil, mungkin terdapat retraksi dada ringan dan
jika bayi berhenti nafas secara periodic selama beberapa detik masih dalam
batas normal.
2.4.2
Warna kulit
Bayi baru lahir aterm
kelihatan lebih pucat dibanding bayi preterm karena kulit lebih tebal.
2.4.3
Denyut jantung
Denyut
jantung bayi baru lahir normal antara 100-160 kalipermenit, tetapi dianggap
masih normal jika diatas 160 kali permenit dalam jangka waktu pendek, bebrapa
kali dalam satu hari selama beberapa hari pertama kehidupan, terutama bila bayi
mengalami disstres. Jika
ragu, ulangi perhitungan denyut jantung.
2.4.4
Suhu Aksiler
36,5 C sampai 37,5 C.
2.4.5
Postur dan gerakan
Postur normal bayi
baru lahir dalam keadaan istirahat adalah kepalan tangan longgar, dengan
lengan, panggul dan lutut semi fleksi. Pada bayi dengan letak sungsang selama
masa kehamilan, akan mengalami fleksi penuh pada sendi panggul dan lutut atau
sendi lutut ekstensi penuh, sehingga kaki bisa dalam berbagai posisi sesuai
bayi intrauterin. Jika kaki dapat diposisikan dalam posisi normal tanpa kesulitan,
maka tida dibutuhkan terapi. Gerakan ekstremitas bayi harus secara spontan dan
simetris disertai gerakan sendi penuh. Bayi normal dapat sedikit gemetar.
2.4.6
Tonus otot /tingkat kesadaran
Rintang normal tingkat
kesadaranbayi baru lahir adalah mulai dari diam hingga sadar penuh dan dapat di
tenangkan jika rewel. Bayi dapat dibangunkan jika diam atau sedang tidur.
2.4.7
Ekstremitas
Periksa posisi,
gerakan, reaksi bayi bila ekstremitas disentuh,dan pembengkakan.
2.4.8
Kulit
Warna kulit dan adanya
verniks kaseosa, pembengkakan atau bercak hitam, tanda lahir/tanda mongol.
Selama bayi dianggap normal, beberapa kelainan kulit juga dapat dianggap
normal. Kelainan ini disebut milia, biasaanya terlihat pada hari pertama atau
selanjuutny. Kulit tubuh, punggung dan abdomen yang terkelupas pada hari
pertama juga masih dianggap normal.
2.4.9
Tali pusat
Normal berwarna putih
kebiruan pada hari pertama, mulai kering dan mengkerut /mengecil dan akhirnya
lepas setelah 7-10 hari.
2.4.10
Berat badan
Normal 2500-4000 gram.
2.4.11 Pemeriksaan fisik (head to toe)
a.
Kepala
Ubun-ubun besar,
ubun-ubun kecil,sutura,moulase,caput succedaneum, cephal haematoma,
hidrosefalus, rambut meliputi: jumlah,warna,dan adanya lanugo pada bahu dan
punggung.
b.
Muka
Tanda-tanda paralitis
Ukuran, bentuk,
posisi, kesimetrisan letak dihubungkan dengan mata dan kepala serta adanya
gangguan pendengaran.
c.
Mata
Ukuran, bentuk,
posisi,(strabismus, pelebaran epicanthus) dan kesimetrisan,kekeruhan
kornea,katarak congenital,trauma, keluar nanah, bengkak pada kelopak mata,
pendarahan subkonjuntifa.
d.
Telinga
Jumlah, bentuk,
posisi, kesimetrisan letak dihubungkan dengan mata dan kepala serta adanya
gangguan pendengaran.
e.
Hidung
Bentuk dan lebar
hidung, pola pernapasan , kebersihan.
f.
Mulut
Bentuk simetris/tidak,
mukosa mulit kering/basah, lidah, palatum, bercak putih pada gusi, refleks
mengisap adakah labio/palatoskisis, trush sianosis.
g.
Leher
Bentuk simetris/tidak,
adakah pembengkakan dan benjolan, kelainan tidorid,hemangioma, tanda
abnormalitas, kromosom dan lain-lain.
h.
Klavikula dan lengan tangan
Adakah fraktur
klavikula, gerakan, jumlah jari.
i.
Dada
Bentuk dan kelainan,
bentuk dada, putting susu gangguan pernafasan, auskultasi bunyi jantung dan
pernafasan
j.
Abdomen
Penonjolan sekitar
tali pusat pada saat menangis, pendarahan tali pusat, jumlah pemb ulu darah
pada tali pusat, dinding perut dan adanya benjolan, distensi, gastroskisis,
omfalokel, bentuk simetriks/tidak palpasi hati, ginjal.
k.
Genetalia
Kelamin laki-laki:
panjang penis,testis sudah turun berada dalam skotum, orifisium uretrae di
ujung penis, kelainan (fimosis,hipospadia/epispadia). Kelamin perempuan : labia
mayora dan labia miyora, klitoris, orifisium fagina, orifisium uretra, secret
dan lain-lain
l.
Tungkai dan kaki
Gerakan, bentuk
simetriks/tidak, jumlah jari, pergerakan, pes equinofarus/per eguinofalgus.
m.
Anus
Berlubang atau tidak,
posisi, fungsi springter ani, adanya dresia ani, meconium plug sicdrom, mega
colon
n.
Punggung
Bayi tengkurap, raba
kurvatura,kolumna vertebralis, skoliosis, pembengkakan, spinabifi
dakoma,mielomeningokel, lesung/bercak berambut dan lain-lain
o.
Pemeriksaan kulit
Verniks caseosa lanugo,
warna, udem, bercak, tanda lahir, memar.
p.
Reflek
Berkedip, babinski,
merangkak, menari/ melangkah, ekstrusi gallants, moros, enck rhikting,palmar
grasp, rethink, starcle, menghisap, toniknek
q.
Antropometri
BB, PB, LK, LD, LP,
LLA
r.
Eliminasi
Kaji kepatenan fungsi
ginjal dan saluran gastrointestinal bagian bawah . bayi baru lahir normal
biasanya kencing kebih dari 6 kali perhari. Bayi baru lahir normal biasanya
berak cair 6-8 kali perhari. Di curigai diare bila frekuensi menibgkat, tinja
hijau, atau mengandung lendir dan darah. Pendarahan fagin pda bayi baru lahir
dapat terjadi beberapa hari pada minggu pertama kehidupan ini di anggap normal.
2.5 Pemeriksaan Fisik Pada Bayi baru lahir
2.5.1 Pemeriksaan Fisik Pada Bayi baru lahir
a.
Pemeriksaan bayi baru lahir disesuaikan dengan keadaan bayi
b.
Pemeriksaan awal dilakukan sesegera mungkin
c.
Pemeriksaan secara lengkap dilakukan bl keadaan bayi sudah
stabil (6-24 jam)
d.
Tujuan pemeriksaan adl utk menemukan kelainan dan menentukan
tindakan lebih lanjut
e.
Pemeriksaan dilakukan dihadapan orang tua/keluarga
2.5.2 Prinsip yg harus
diperhatikan :
a.
Ruangan hangat,terang,dan bersih
b.
Cuci tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan
c. Gunakan APD: celemek
&sarung tanagan
d. Yakinkan alat
pemeriksaan bersih
e. Lakukan pemeriksaan
secara sistimatis head to toe :inspeksi,palpasi,perkusi auskultasi
f. Jika ada kelainan
lakukan tindakan,kolaborasi atau rujuk.
g. Lakukan
pendokumentasian
2.5.3 Persiapan alat :
a.
Timbangan
b.
Metlin
c.
Stetoskop bayi
d.
Termometer
e.
Jam
f.
Tongspatel
g.
Sarung tangan
h.
Tissu
i.
Bengkok
j.
Tali pusat
k. Cairan klorin 0,5%
2.5.4
Anamnesa
a.
Faktor genetik (riwayat peny keturunan,kelainan bawaan)
b.
Riwayat kehamilan : paritas,kelainan ,obat2an, psikologis,dll
c.
Riwayat persalinan: tgl lahir,proses persalinan,trauma, ku,
obat2an dll
2.5.5
Pemeriksaan fisik
Penilaian mencakup
:tanda vital,pengukuran pertumbuhan,penilaian sistem, penilaian umur kehamilan
2.5.5.1
Keadaan umum
a.
Nilai bayi secara keseluruhan:besar/kecil
b.
Ukuran tubuh proporsional/tidak
c.
Kondisi bayi aktif/lemah
d.
Tangisan lemah, keras, melengking ?
e.
Kesadaran ? Letargis, waspada atau sedasi ?
f.
Pucat/kuning /merah muda ?
2.5.5.2
Tanda-tanda vital
a.
Pernafasan
·
Hitung dg melihat gerakan abdomen/menit
·
Hitung selama satu menit penuh
·
Utk BBl stabil, diukur setiap 3-4 jam
·
Utk BBl tdk stabil hitung setiap jam
·
Frekuensi normal : 40 – 60 kali/menit
·
Perhatikan apakah ada tarikan ddg dada, gerakan cuping hidung,
kedalaman nafas
·
Bagaimana bunyi nafas ?
Penilaian awal pernafasan saat lahi menjadi evaluasi keberhasilan
transisi bayi:
·
Pernafasannya nyaman
·
Tak ada tachypnea
·
Tak ngorok
·
Tak ada lekukan dada
·
Tak ada cyanosis/pucat
Penilaian pernafasan termasuk parameter berikut :
·
Warna kulit : merah muda, kebiruan, pucat,
gelap,berbintik,kuning
·
Pernafasan: ringan,ngorok,cuping hidung kembang kempis, retraksi
·
Suara nafas : jauh,dangkal,stridor,wheezing,melemah, seimbang/
tidak seimbang
·
Dinding dada : gerakannya simetrik atau tidak
·
Apnea/bradycardi: hitungan nafas terendah yg bisa diamati,
warna,diukur dg oximeter dan lama episode
·
Sekresi: jumlah (sedikit,sedang, banyak)
·
Warna (putih,kuning,bening,hijau,berdarah)
·
Konsistensi : encer, kental atau mukoid
b.
Denyut jantung
·
Diukur dengan cara auskultasi / 2
jari di atas jantung bayi selama satu menit penuh
·
Pada BBL stabil dihitung setiap 3-4 jam
·
Pada BBL tak stabil dihitung setiap jam
·
Denyut jantung normal: 120-160/menit
·
BBL > 160
(takikardia): tanda infeksi, hypovolemia, hyperetermia, anemia, konsumsi obat
ibu
·
BBL < 100
(Bradikardi): BBl cukup bulan sedang tidur, kekurangan O2
Penialian kardiovaskuler termasuk parameter berikut :
·
Prekordium : tenang atau aktif
·
Bunyi jantung: jelas, dg splitting dari S2
·
Ritme : Normal atau arrhytmia
·
Murmur : jelaskan jika ada
·
Pengisian kembali kapiler : Beberapa detik
·
Denyut perifer : normal, lemah atau tidak
c.
Suhu tubuh
·
Diukur melalui aksila, tahan 5 menit
·
Normal : 36,5 - 37C
·
BBl dalam incubator diukur setiap jam
·
Hipotermia :bbl sakit atau BBLR, jika berlanjut pertimbangkan
sepsis (tanda vital tak stabil, perubahan glukosa dlm darah),dehidrasi,
bacteremia, epidural ibu
·
Hipertermia: demam, infeksi, kurang minum
d.
Tekanan darah
·
Diukur pd tangan kaki sesuai kondisi bayi
·
Menggunakan mesin dinamap jk ada
·
Normal 60-89/40-50
·
Bisa meningkat saat menangis
·
Akan turun saat tidur
e.
Pengukuran 3 komponen pertumbuhan :
1)
Berat badan: ditimbang setiap hari
·
BB < 2500 gr : prematur atau SGA
·
BB > 3800 gr : LGA
·
Perlu mengetahui usia kehamilan secara akurat
·
Perhatikan glikemia pd BB < / >
·
BBL akan kehilangan 10% pd mg pertama
·
Bl kehilangan berlebihan : kurang ASI,dehidrasi
·
Jk BB sangat berbeda dg kemarin : timbang 2 X
·
BB akan kembali pd usia 2 minggu
·
Kenaikan BB diharapkan adl 30 gr/hari
2)
Panjang badan
·
Diukur dr ubun2 s/d tumit, posisi telentang, sendi lutut dan
panggul harus ekstensi penuh
·
Normal : 45 – 53 cm
·
Diukur saat masuk dan setiap minggu dan dibandingkan dengan
berat badan
3)
Lingkar kepala
·
Diukur saat masuk dan setiap minggu
·
Diukur: menghubungkan 4 titik : 2 frontal bosses dan 2 occipital
protuberances
·
Normal 33 – 38 cm
·
Letakan pita ukur pd bagian paling menonjol di tulang oksiput
dan dahi
·
Pengukuran sedikitnya sekali sehari jk bbl gangguan neurologis
(perdarahan intraventricular,hydrocephalus,asfiksia)
2.5.5.3
Pemeriksaan fisik (head to toe)
a.
Kepala
·
Apakah ada benjolan, caput, haetaom ?
·
Fontanel; cekung, menonjol, datar ?
·
Sutura : molase ? Derajat berapa ?
·
Pertumbuhan rambut ?
b.
Mata
·
Simetris/tidak, gerakan bersamaan / tidak
·
Adanya darah pd permukaan mata (normal) kecuali pd
pupil/iris à hilang
·
Tanda ikterus, infeksi,
·
Pupil simetris, reaksi (lambat,cepat, tidak ada ?
·
Terbuka/ menutup ?
c.
Telinga
·
Sejajar dengan ujung mata
·
Bentuk simetris/tidak,normal/tidak
·
Apakah ada pengeluaran ?
d.
Hidung dan mulut
·
Apakah bernafas spontan/cuping hidung
·
Tanda kebiruan /cyanosis
·
Tanda labio-palatoskizis
·
Refleks rooting dan sucking
e.
Leher
·
Pembesaran kelenjar tiroid, getah bening
·
Tonick neck refleks ?
f.
Dada
·
Simetris/ tidak, gerakan nafas ? Kesulitan?
·
Dengarkan suara nafas,kiri &kanan sama?
·
Pembesaran kelenjar mammae
·
Dengarkan denyut jantung dg fetoskop
g.
Perut/abdomen
·
Terlihat normal, tali pusat ?
·
Apakah ada hernia umbilicalis saat bayi nangis?
·
Suara perut: ada/tidak,hiperaktif, hipoaktif
·
Dinding perut: merah,meregang,ada batas perut membuncit
·
Palpasi: lembek, nyeri atau meregang
h.
Bahu, lengan dan jari
·
Simetris/tidak, jari lengkap/tidak ?
·
Apakah tangan dapat digerakan secara normal,patah tulang ?
·
Refleks graps, refleks moro (hilang 4 bl)
·
R moro menetap > 4 bl :kerusakan otak
·
Respon yg tdk simetris: fraktur calivula, cedera fleksus
brakhialis
i.
Genetalia
1)
Laki-laki
·
Scrotum tdd 2 kantung berisi testis
·
Lubang penis tepat di tengah ? Panjang < 2,5 cm ?, miksi ?
2)
Perempuan
·
Labia mayora & minora ada ?
·
Keluarnya cairan : putih,krem,pseudomenorh, akan hilang dlm 10
hari
·
Miksi sdh/belum dalam 24 jam
j.
Panggul
·
Pegang paha dan betis bayi , gerakan lurus ke arah samping luar,
dengarkan & rasakan bunyi “klik”à kolaborasi
·
Gerakan paha ke atas dan kebawah, dengarkan bunyi klik
k.
Punggung dan anus
·
Adakah benjolan/masa
·
Ada/tdk lubang anus, mekoneum ?
l.
Ektremitas bawah
·
Simetris/tidak
·
Jari lengkap/tidak ?
·
Refleks babinski ?
·
Gerakan aktif/lemah, simetris/tidak ?
·
Kelainan bentuk ?
2.5.5.4 Diagnosa Keperawatan
a.
Pola nafas tdk efektif berhubungan dg Obstruksi jalan nafas
b.
Gangguan pertukaran gas berhub dg hipotermi (cold stress)
c.
Resiko tinggi termoregulasi tdk efektif berhub dg Kehilangan
panas ke lingkungan
d.
Resiko tinggi infeksi berhub dg faktor lingkungan
2.5.5.5 Hasil Akhir Yg
Diharapkan
a.
Untuk bayi akan :
·
Transisi dr kehidupan
intrauterin ke ekstrauterin
·
Mempertahankan pola nafas efektif
·
Mempertahankan termoregulasi efektif
·
Tetap bebas dari infeksi
b.
Untuk orang tua:
·
Memiliki pengetahuan, keterampilan dan keyakinan ttg aktivitas
perawatan bayi
·
Memahami karakteristik perilaku dan biologis bbl
·
Mendemostrasikan interaksi/perilaku yg meningkatkan fungsi
keluarga sehat
·
Memiliki kesempatan utk meningkatkan hubungan dg bayi
·
Mulai mengintegrasikan bayi ke dalam keluarga
2.6 Rencana Asuhan Bayi 2 – 6 Hari
Pada hari ke 2 – 6
setelah persalinan ada hal – hal yang perlu diperhatikan pada bayi , yaitu :
2.6.1
Minum
Berikan ASI sesering
mungkin sesuai keinginan ibu ( Jika payudara penuh ) atau kebutuhan bayi setiap
2 – 3 jam ( paling sedikit setiap 4 Jam ), bergantian antara payudara kiri dan
kanan.
2.6.2
BAB
Feses bayi di
dua hari pertama setelah persalinan biasanya berbentuk seperti ter atau aspal
lembek. Zat buangan ini berasal dari pencernaan bayi yang dibawa dari
kandungan. Setelah itu feses bayi bisa bergumpal gumpal seperti jelly, padat,
berbiji/seeded dan bisa juga berupa cairan, feses bayi yang diberi ASI ekslusif
biasanya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji dan bisa juga
seperti mencret atau mencair. Sedangkan feses bayi yang diberi susu formula
berbentuk padat, bergumpal-gumpal atau agak liat dan bulat. Makanya bayi yang
mengkonsumsi susu formula kadang suka bebelan (susah BAB) sedangkan yang
mendapat ASI tidak.
Bila bayi yang sudah
minum susu formula mengeluarkan feses berbentuk cair, hal itu perlu dicurigai.
Bisa jadi bayi alergi terhadap susu formula yang dikonsumsinya atau susu
tercampur bakteri yang mengganggu usus. Kesulitan mendeteksi normal
tidaknya feses akan terjadi bila ibu memberikan ASI yang diselang seling susu
formula. Misalnya akan sulit menentukan apakah feses yang cair/mencret itu
berasal dari susu atau susu formula. Kalau mencretnya karena minum ASI, ini
normal-normal saja karena sistem pencernaanya memang belum sempurna. Tettap
susui bayi agar ia tidak mengalami dehidrasi. Tapi bila mencretnya disertai
keluhan demam, muntah atau keluhan lain dan jumlahnya sangat banyak atau
mancur, berarti memang ada masalah pada bayi àrujuk.
Masalah
frekuensi sering mencemaskan ibu karena frekuensi BAB bayi tidak samadengan
orang dewasa, padahal frekuensi BAB pada setiap bayi berbeda, bahkan bayi yang
sama pun frekuensi BAB nya akan berbeda dari minggu ini dan minggu depannya,
itu karena bayi belum menemukan pola yang pas. Umumnya di 4 atau 5 minggu
pertama dalam sehari bisa lebih dari 5 kali atau 6 kali, tidak masalah selama
pertumbuhannya bagus.
Bayi
yang minum ASI ekslusif sebaliknya bisa saja tidak BAB selama 2 sampai 4
hari bahkan bisa 7 hari sekali, bukan berarti mengalami gangguan sembelit tapi
bisa saja karena memang tidak ada ampas makanan yang harus dikeluarkan. Semuanya dapat diserap
dengan baik, feses yang keluar setelah itu juga harus tetap normal seperti
pasta. Tidak cair yang disertai banyak lendir atau berbau busuk dan disertai
demam dan penurunan bert badan bayi. Jadi yang penting lihat pertumbuhannya
apakah anak tidak rewel dan minumnya bagus, kalau 3 hari belul BAB, dan bayinya
anteng – anteng saja mungkin memang belum waktunya BAB.
Bayi yang
pencernaannya normala akan BAB pada 24 jam pertama setelah lahir. BAB pertama
ini disebut mekonium. Biasanya berwarna hitam kehijauan dan lengket seperti
aspal yang merupakan produk dari sel – sel yang diproduksi dalam saluran cerna
selama bayi berada dalam kanadungan. BAB pertama dalam 24 jam penting artinya,
karena menjadi indikasi apakah pencernaannya normal atau tidak.
Frekuensi BAB yang
sering bukan berarti pencernaannya terganggu. Waspadai nila warnanya putih atau
disertai darah.
Menurut Dr Waldi
Nurhamzah, SPA umumnya warna-warna feses bayi dapat dibedakan menjadi kuning,
coklat, hijau, merah dan putih atau keabuan. Normal atau tidaknya sistem
pencernaan bayi dapat dideteksi dari warna-warna feses tsb.
Warna feses kuning
Warna kuning adalah
warna feses yang normal. Warna feses bayi sangan dipengaruhi oleh susu yang dikonsumsinya.
Bila bayi minum ASI secara ekslusif, fesesnya berwarna lebih cerah dan
cenderung cemerlang atau didominasi warna kuning (golden feses). Berarti bayi
mendapatkan ASI penuh., dari foremilk (ASI depan) sampai hindmilk (ASI
belakang). Warna kuning timbul dari Proses pencernaan lemak yang dibantu oleh
cairan empedu. Cairan empedu dibuat di dalam hati dan disimpan beberapa waktu
dalam kandung e mpedu sampai saatnya dikeluarkan. Bila dalam usus terdapat
lemak yang berasal dari makanan, kandung empedu akan berkontraksi(mengecilkan
ukurannya) untuk memeras cairan keluar. Cairan empedu ini akan memecah lemak
menjadi zat yang dapat diserap usus. Sedangkan bila yang diminum susu formula,
atau ASI dicampur susu formula, warna feses akan berwarna lebih gelap, seperti
kuning tua, agak coklat, coklat tua, kuning kecoklatan atau coklat
kehijauan.
Warna feses hijau
Termasuk kategori
normal, meskipun begitu warna ini tidak boleh terus menerus muncul. Ini berarti
cara ibu memberikan ASI nya belum benar. Yang terisap oleh bayi hanya foremilk
saja, sedangkan hindmilk nya tidak. Kasus ini umumnya terjadi kalau produksi
ASI sangat melimpah.
Didalam payudara, ibu
memiliki ASI depan (foremilk) dan ASI belakang (hindmilk). Pada saat bayi
menyusu, ia akan selalu menghisap ASI depan lebih dulu. Bagian ini mempunyai
lebih banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sifatnya yang mudah
dan cepat diserap membuat bayi sering lapar kembali. Sedangkan ASI belakang
(hindmilk) akan terhisap kalau foremilk yang keluar lebih dulu sudah habis.
Hindmilk mengandung banyak lemak. Lemak ini yang membuat feses menjadi kuning.
Kalau bayi hanya mendapat foremilk yang hanya mengandung sedikit lemak dan
banyak gula, kadang-kadang terjadi perubahan pada proses pencernaan yang akhirnya
membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga dari situ terbentuk gas
yang terlalu banyak (kentut melulu) sehingga bayi merasa tidak nyaman (kolik).
Mestinya yang bagus
itu tidak hijau terus, tetapi hijau kuning, bergantian, ini berarti bayi mendapat
ASI yang komplit, dari foremilk sampai hindmilk supaya kandungan gizinya
komplit. Ibu harus mengusahakan agar bayinya mendapat foremilk dan hindmilk
sekaligus. Sayangnya disamping ASI, ibu juga kerap memberikan tambahan susu
formula. Sebelum proses menyusunya mencapai hindmilk anak sudah terlanjur
diberi susu formula hingga kenyang.Akhirnya bayi hanya mendapat foremillk saja.
Sebaiknya berikan ASI secara ekslusif. Perbaiki penatalaksanaan pemberian agar
bayi bisa mendapat foremilk dan hindmilk. Kiatnya : susui bayi dengan salah
satu payudara sampai ASI habis baru pindah ke payudara berikutnya.
Warna feses merah
Feses merah pada bayi
disebabkan adanya tetesan darah yang menyertai. Namun bidan harus melihat
apakah merah itu disebabkan dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya. Jika
bayi sempat menghisap darah ibunya pada proses persalinan, maka pada fesesnya
akan ditemukan bercak hitam yang merupakan darah. Umumnya bercak itu muncul
selama satu sampai tiga hari. Jadi tinggal di test saja, asalnya dari mana dari
darah ibu atau dari darah bayi. Bila darah itu tetap muncul pada fesesnya (bisa
cair ataupun bergumpal), dan ternyata bukan berasal dari darah ibu, maka perlu
diperiksa lebih lanjut. Kemungkinnanya hanya dua, yaitu Alergi susu formula
bila bayi sudah mendapatkannya, dan penyumbatan pada usus yang disebut
invaginasi, fua-duanya butuh penanganan. Darah ini sangat jarang berasal
dari dysentri amuba dan basiler, karena makanan bayi belum banyak ragamnya dan
belum makan makanan yang kotor. Kalau penyakitnya serius, biasanya bayi juga
punya keluhan lain seperti perutnya membuncit atau menegang, muntah, demam,
rewel dan kesakitan.
Warna feses kuning
pucat atau keabu-abuan
Waspada !!!....baik
yang encer maupun padat. Warna putih menunjukkan gangguan yang paling riskan.
Bisa disebabkan gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu. Ini
berarti cairan empedunya tidak bisa mewarnai feses dan ini tidak boleh terjadi,
saat itu juga haruas dibawa ke dokter. Yang sering terjadi ibu terlambat
membawa bayinya, difikirnya feses ini nantinya akan berubah, padahal kalau
dibiarkan bayi sudah tidak bisa diapa apakan lagi karena umumnya sudah
mengalami kerusakan hati. Tindakannya hanya tinggal transplantasi hati yang
masih merupakan tindakan pengbobatan yang sangat mahal di Indonesia.
2.6.3
BAK
Bayi baru lahir
cenderung sering BAK yaitu 7 – 10 x sehari. Untuk menjaga bayi tetap bersih,
hangat dan kering maka setelah BAK harus diganti popoknya.
2.6.4
Tidur
Dalam 2 minggu pertama setelah lahir, bayi
normalnya sering tidur. Sediakan selimut dan ruangan yang hangat dan pastikan
bayi tidak terlalu panas atau dingin.
Pola tidur bayi masih belum teratur karena jam
biologis yang belum matang. Tetapi perlahan – lahan akan bergeser sehingga
lebih banyak waktu tidur di malam hari dibandingkan dengan siang hari. Keluhan
gangguan tidur biasanya datang dari orang tuanya yang sulit menerima jam tidur
bayi. Dikatakan bahwa orang tua kekurangan tidur 2 jam setiap harinya
hingga bayi berusia 5 bulan sampai 2 tahun, orang tua kehilangan 1 jam waktu tidur
setiap malamnya. Sehingga orang tua pun perlu menyiasati waktu tidurnya sesuai
dengan pola tidur bayi. Mulai usia 2 bulan bayi mulai lebih banyak tidur malam
dibanding siang. Usia 3-6 bulan jumlah tidudrpun semakin berkurang, kira2 3
kali dan terus berlkurang hingga 2 kali pada usia 6 – 12 bulan. Menjelang 1
tahun biasanya bayi hanya perlu tidur siang satu kali saja dengan total jumlah
waktu tidur berkisar antara 12 – 14 jam.
Latih anak agar mengerti bahwa malam hari
adalah waktu untuk tidur dan siang hari adalah waktu untuk bangun. Salah satu
caranya adalah dengan mengajaknya bermaiin hanya disiang hari saja, tidak di
malam hari.
Latih bayi agar mengetahui bahwa tempat tidur
adalah tempatnya untuk tidur. Letakkan bayi di tempat tidur saat ia sudah mengantuk,
hindari membiarkannya tidur dalam gendongan atau di ruangan lain.
Lampu utama sebaiknya dimatikan, dan nyalakan
lampu tidur yang redup.
Ketika bayi terbangun, ajari untuk tidur
kembali. Jangan nyalakan lampu, tenangkan dengan kata kata lembut. Selanjutnya
tinggalkan ia sendiri untuk kembali tidur, jika menangis lagi, biarkan dulu 5
menit baru tenangkan lagi. Berikutnya jika kembali menangis tunggu 10 menit dan
seterusnya hingga 15 menit, malam berikutnya tambah waktu tunggu 5 menit yaitu
10 menit, 15 dan 20 menit. Biasanya bayi memerlukan waktu hingga 2-3 malam.
Jika gagal henetikan dulu prosedur ini dan coba lagi setelah 1 bulancara ini
diperkenalkan oleh Richard Ferber, Boston’s Children Hospital).
Pastikan bayi tidur dengan aman :
a.
Letakkan bayi pada permukaan rata yang tidak terlalu empuk.
Pasang seprei atau alas dengan cermat agar tidak mudah lepas
b.
Jangan merokok disekitar bayi
c.
Jangan biarkan bayi terlalu hangat, jangan berlebihan dalam
membuntal bayi ketika tidur.
d.
Jika khawatir kepala bayi akan peyang jika terlalu sering
tidur terlentang, tengkurapkan bayi saat bangun dan ada yang mengawasi. Atau
ubah sesekali posisi kepala saat bayi tidur terlentang.
2.6.5
Kebersihan kulit
Muka, pantat dan tali
pusat bayi perlu dibersihkan secara teratur. Mandi seluruh tubuh setiap hari
tidak harus selalu dilakukan. Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah
memegang bayi.
2.6.6
Keamanan
Jangan sekali – kali
meninggalkan bayi tanpa ada yang menunggu. Hindari pemberian apapun ke mulut
bayi selain ASI, karena bayi bisa tersedak. Jangan menggunakan alat penghangat
buatan di tempat tidur bayi.
2.6.7
Tanda – tanda bahaya
Sebagian besar bayi
akan menangis atau bernafas secara spontan dalam waktu 30 detik setelah lahir.
Bila bayi tersebut
menangis/ bernafas (terlihat dari pergerakan dada paling sedikit 30 kali per
menit), biarkan bayi tersebut dengan ibunya.
Bila
bayi tersebut tidak bernafas dalam waktu 30 detik, segeralah cari bantuan, dan
mulailah langkah-langkah resusitasi bayi tersebut.
Penanganan
; persiapkan kebutuhan resusitasi untuk setiap bayi dan siapkan rencana untuk
meminta bantuan, khususnya bila ibu tersebut memiliki riwayat eklamsia,
perdarahan persalinan lama atau macet, persalinan dini atau infeksi.
Jika bayi tidak segera
bernafas, lakukan hal-hal sebagai berikut
a.
Keringkan bayi dengan dengan selimut atau handuk yang hangat.
b.
Gosoklah punggung bayi tersebut dengan lembut.
Jika bayi masih belum mulai bernafas setelah
60 detik mulai resusitasi.
Apabila bayi sianosis (kulit biru) atau
sukar bernafas (frekuensi pernafasan kurang dari 30 atau lebih dari 60 kali per
menit), berilah oksigen kepada bayi dengan kateter nasal atau nasal prongs.
Tanda-Tanda Bahaya Dibagi menjadi Dua:
a. Tanda-tanda bahaya
yang harus dikenali oleh ibu yaitu
·
Pemberian ASI sulit, sulit menghisap, atau hisapan lemah
·
Kesulitan bernafas, yaitu pernafasan cepat > 60/ menit atau
menggunakan otot nafas tambahan.
·
Letargi – bayi terus – menerus tidur tanpa bangun untuk makan.
·
Warna abnormal-kulit/ bibir biru (sianosis) atau bayi sanagt
kuning.
·
Suhu terlalu panas (febris) atau terlalu dingin (hipotermia).
·
Tanda atau prilaku abnormal atau ttidak biasa.
·
Gangguan gastrointestinal, misalnya tidak brtinja selama 3 hari
pertama setelah lahir, muntah terus menerus, muntah dan perut bengkah, tinja
hijau tua atau brdarah/ lender.
·
Mata benggkak atau mengeluarkan cairan.
b. Tanda-tanda bahaya
yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir.
·
Pernafasan- sulit atau lebih dari 60 kali permenit.
·
Kehangatan terlalu panas ( > 38° c atau terlalu dingin
< 36ºc)
·
Warna kuning (terutama pada 24 jam pertama), biru atau pucat,
memar.
·
Pemberian makan, hisapan lemah , mengantuk berlebihan, banyak
muntah.
·
Tali pusat merah, bengkak,keluar cairan (nanah), bau busuk,
pernafasan sulit.
·
Tinja / kamih-tidak berkemih dalam 24 jam, tinja lembek, sering,
hijau tua, ada lender atau darah pada tinja.
·
Aktivitas- menggigil atau tangis tidak biasa, sangat mudah
tersinggung, lemas, terlalu mengantuk, lunglai, kejang, kejang halus, tidak
bias tenang, menangis terus menerus.
2.7 Penanganan
a.
Beri ASI sesuai dengan kebutuhan setiap 2-3 jam (paling sedikit
setiap 4 jam) mulai dari hari pertama.
b.
Pertahankan agar bayi selalu dengan ibu.
c.
Jaga bayi dalam keadaan bersih, hangat dan kering dengan
mengambil popok dan selimut sesuai denagn keperluan. Pastikan bayi tidak
terlalu panas dan terlalu dingin ( dapat menyebabkan dehidrasi, ingat bahwa
kemampuan pengaturan suhu bayi masih dalam perkembangan). Apa saja yang
dimasukkan kedalam mulut bayi harus bersih.
d.
Jaga tali pusat dalam keadaan bersih dan kering.
e.
Peganglah, sayangi dan nikmati kehidupan bersama bayi.
f.
Awasi masalah dan kesulitan padan minta bantuan jika
perlu.
g.
Jaga keamanan bayi terhadap traumadan penyakit atau infeksi.
h.
Ukur suhu tubuh bayi jika tampak sakit atau menyusu kurang baik.
Penyuluhan sebelum bayi pulang
1.
Perawatan tali pusat
2.
Pemberian ASI
3.
Jaga Kehangatan Bayi
4.
Tanda – tanda bahaya
5.
Imunisasi
6.
Perawatan harian atau rutin
7.
Pencegahan infeksi dan kecelakaan
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Bayi baru lahir (bayi
baru lahir) adalah suatu keadaan dimana bayi baru lahir dengan umur kehamilan
38-40 minggu,lahir melalui jalan lahir dengan presentasi kepala secara spontan
tanpa gangguan, menangis kuat, nafas secara spontan dan teratur,berat badan
antara 2500-4000 gram.
Pada bayi lahir normal umumnya tidak dilakukan pemeriksaan
laboratorium, namun kadang-kadang dengan riwayat kehamilan dan kondisi tertentu
perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi tertentu
Obat profilaksis yang rutin diberikan pada bayi baru lahir yaitu:
1. Vitamin K
2. Tetes / zalf mata
3.2 Saran
Jika dalam penulisan
makalah ini terdapat kekuarangn dan kesalahan, kami mohon maaf. Untuk itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar kami dapat membuat
makalah yang lebih baik di kemudian hari.
🥰👍
BalasHapus